Mataramweb.com Lombok memiliki banyak pura yang sarat budaya. Salah satu pura menarik yang bisa dikunjungi saat liburan ke Lombok Barat, NTB adalah Pura Suranadi. Letaknya yang berada di tengah hutan wisata, semakin menyejukkan mata dan hati.

Pura yang hanya berjarak 30 menit dari Kota Mataram ini merupakan bagian dari hutan wisata yang ada di Lombok barat. Keunggulan tempat ibadah ini dibanding tempat lainnya adalah ketenangannya. Letaknya yang bukan di pusat kota, membuat pura ini lebih syahdu.

Pepohonan yang mengelilingi pura membuat udara semakin sejuk. Di sini, kegiatan peribadatan sangat kental terasa. Umat hindu yang berdoa dan membawa sajen banyak terlihat di sini. Uniknya, sajen ditempatkan di pagar tertutup karena banyak monyet yang berkeliaran bebas.

Pura ini juga memiliki sumber mata air yang dianggap suci. Seruput sedikit air dari sumber mata air dan rasakan tubuh Anda dialiri kesucian dari Pura Suranadi.
Pura ini memiliki pola pura yang terpisah satu sama lain, yakni disesuaikan dengan keberadaan sumber mata air suci yang terdapat di lokasi tersebut. Walaupun terpisah secara fisik, namun dalam menjalankan rangkaian kegiatan ritual pura tersebut merupakan satu kesatuan yang tak bisa terpisahkan. Keberadaan Pura Suranadi erat kaitannya dengan lima mata air (Panca Tirta atau Pancaksara) yang ada di lokasi tersebut, yaitu Mata Air Toya Tabah, Mata Air Toya Pabersihan, Mata Air Toya Panglukatan, Mata Air Tirta, dan Mata Air Pangentas.



Konon keberadaan Pura Suranadi terkait dengan perjalanan Danghyang Dwijendra, dikenal pula dengan nama Pedanda Sakti Wawu Rauh, menuju Sasak (Lombok) untuk kedua kalinya. Di Lombok, beliau dijuluki juga sebagai Pangeran Sangupati. Guna menjaga agar umat Hindu yang ditinggalkan bisa melakukan tertib upacara menurut ajaran agama yang telah ditentukan, lantas beliau dengan puja mantera-nya memunculkan lima mata sumber air di Suranadi.

Pura Suranadi memiliki tiga buah kelompok pura. Masing-masing diberi nama sesuai dengan fungsi sumber air yang ada di dalamnya. Masing-masing pura itu memiliki area jaba sisi, jaba tengah, jeroan (tri mandala). Pura-pura tersebut, antara lain (1) Pura Ulon (Gaduh), yakni terletak di ujung timur laut, berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Wisata Alam, halaman Pura Ulon terdapat Mata Air Panglukatan dan Petirtan; (2) Pura Pangentas, terletak tidak jauh dari Pura Ulon ke arah barat daya, Pura ini dilengkapi dengan dua palinggih dan terdapat Mata Air Pangentas, Panembak, dan Tirta Mapepada, Pura ini difungsikan sebagai tempat mengambil air untuk upacara pitra yadnya; dan (3) Pura Pabersihan yang berlokasi sekitar 300 meter dari Pura Ulon, Pura ini memiliki Mata Air Pabersihan dengan beberapa macam palinggih dan bangunan pelengkap upacara.