fbpx

Penerima Program Indonesia Pintar via pip.kemdikbud.go.id, Ini Cara Mencairkan Bantuan SD – SMA

  • Home
  • Artikel Menarik
  • Penerima Program Indonesia Pintar via pip.kemdikbud.go.id, Ini Cara Mencairkan Bantuan SD – SMA
Screenshot_2020-12-21 Program Indonesia Pintar - Beranda
Mataram Web | Jasa Pembuatan Website

Memeriksa penerima dana bantuan Program Indonesia Pintar bisa di lakukan  di pip.kemdikbud.go.id. Dengan mengakses pip.kemdikbud.go.id, siswa bisa melihat apakah dapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ataupun tidak.

Diketahui, pemerintah meluncurkan program tunjangan untuk siswa SD, SMP dan SMA sederajat dengan besaran bantuan berbeda setiap jenjangnya. Dengan program ini, pemerintah berusaha mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah. Nantinya, bantuan pada Program Indonesia Pintar akan disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dikutip dari laman indonesiapintar.kemdikbud.go.id, PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu pemberian bantuan tunai pendidikan terhadap anak usia sekolah usia 6-21 tahun. Bantuan diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam/musibah.

PIP dikonsep untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap memperoleh layanan pendidikan hingga tamat pendidikan menengah.

Lantas, siapa target Program Indonesia Pintar?

  • Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP);
  • Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dengan pertimbangan khusus;
  • Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Pelayaran, dan Kemaritiman.

Siswa akan menerima besaran bantuan yang berbeda sesuai jenjang pendidikan.
Berikut ini besaran dana PIP:

1. Peserta didik SD/MI/Paket A memperoleh Rp450.000 per tahun;

2. Peserta didik SMP/MTs/Paket B memperoleh Rp750.000 per tahun;

3. Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C memperoleh Rp1.000.000 per tahun.

Dana PIP bisa dipakai untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan, serta biaya uji kompetensi.

Adapun cara mengecek penerima PIP sebagai berikut:

  • Kunjungi halaman pip.kemdikbud.go.id
  • Pilih menu ‘Cek Penerima PIP’
  • Selanjutnya, siswa diminta memasukkan NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Ibu Kandung dalam kolom yang tersedia
  • Sesudah Itu, klik ‘Cek Data’

Dikutip dari jendela.kemendikbud.go.id, proses pencairan ataupun pengambilan dana PIP bisa dilakukan jika pemegang KIP membawa bukti pendukung yang sah ke bank penyalur terdekat yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Pengambilan dana PIP ini pun bisa dilakukan perorangan langsung ataupun secara bersama-sama. Khusus pengambilan dana PIPvsecara bersama-sama bisa dilakukan bila berada di wilayah yang sulit untuk mengakses bank penyalur.

Adapun kriteria wilayah sulit tersebut meliputi tidak terdapatnya kantor bank di kecamatan dan atau biaya transpor lebih besar dari bantuan yang akan diterima.
Pengambilan dengan cara kolektif ini bisa dikuasakan kepada kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara sekolah/bendahara lembaga.

Bank penyalur yang mencairkan dana PIP di antaranya Bank Rakyat Indonensia (BRI) dan Bank Nasional Indonesia (BNI).

Pemegang KIP dengan tingkatan SD/SMP/SMK/Paket A/Paket B/Kursus bisa mencairkan dana PIP di BRI, sedangkan pemegang KIP dengan tingkatan SMA/Paket C bisa mencairkannya di BNI.

Namun, khusus untuk pemegang KIP dengan tingkatan SD/SMP wajib didampingi orangtua/wali/guru ketika mendatangi bank untuk mencairkan dana tersebut. Selanjutnya, pemegang KIP melakukan aktivasi rekening bila akan menggunakan tabungan setelah itu menandatangani bukti penerimaan dana dan menerima dana PIP tersebut.

Cara Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar
Berikut beberapa tahapan untuk mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar, dikutip dari Kompas.com:

  1.  Siswa atau orang tua siswa melaporkan nomor KIP ke Sekolah, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), atau Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
  2. Kemudian sekolah memasukkan nomor KIP peserta didik ke layanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud, sementara untuk lembaga lain harus mengusulkan pengesahan ke Dinas Pendidikan setempat.
  3. Dinas Pendidikan setempat akan menerima data usulan dari lembaga terkait.
  4. Data akan kembali diproses mereka untuk selanjutnya diverifikasi oleh Direktorat Teknis Kemendikbud.
  5. Lembaga penyalur dana akan menerima instruksi untuk membuat rekening PIP siswa dan menyalurkan dana apabila daftar penerima PIP sudah disetujui.
  6. Lembaga penyalur dana bersama Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sang penerima manfaat dana PIP yang ditujukan kepada Sekolah/SKB/PKPM/LKP.
  7. Lembaga pendidikan tersebut kemudian akan menginformasikan kepada siswa atau orang tua siswa kalau dana siap dicairkan.
  8. Lembaga pendidikan akan membuat surat keterangan pencairan dana PIP sebagai pelengkap persyaratan peserta.
  9. Siswa atau orang tua siswa selanjutnya membawa surat keterangan tersebut dan persyaratan lain untuk mengambil dana PIP di lembaga resmi.

Selain mempunyai KIP, ada pula syarat dan cara mencairkan dana Program Indonesia Pintar tanpa kartu, dengan cara mendaftarkan lebih dulu sebagai pemeroleh calon PIP ke sekolah dengan syarat mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ataupun berasal dari keluarga tidak mampu

Scroll to Top